Tuesday, August 13, 2013

Jjajangmen


           Gara-gara nonton Eun-chan di Coffee Prince menyantap ini dengan nikmatnya sampai habis 5 piring, aku jadi kepengen deh. Nyari di Carrefour dapet, kalo nggak salah harganya 13 ribuan. Aku masak dengan campuran bagai mie instant. Wahaha. Dikasih sawi hijau, lombok merah, irisan Jipang dan Tomat. Ya enak, asin, manis, gitu deh campur aduk ;)


Sausnya kedelai hitam, asin :D
Jajangmen masak campur acak-acak :D





A Cup of Tea for Writer 

Melecut Kembali Semangat Menulis

            Berdasarkan informasi dari facebook Stiletto, Selasa, 21 Mei 2013 aku dan Nofita dateng ke Kantor BPAD (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah ) Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 29, Yogyakarta. Ya seperti biasa, kami ini penggemar bedah buku yang membagikan buku, snack  dan minuman gratis. Wahaha.
Pukul setengah 9 aku sudah sampai disana donk, takut nggak kebagian bukunya, meski sebenarnya aku udah punya sih. Tapi karena lupa dibawa untuk ditandatangani Mbak Herlina jadi nggak apa-apa deh punya bukunya double. Toh isinya amat menarik. Setelah naik ke lantai atas, sampai di depan ruangan yang untuk bedah buku, aku tanda tangan jadwal hadir lalu duduk di dalam.
Buku A Cup of Tea for Writer ( ACOT-W ) terbitan Penerbit Stiletto terpilih sebagai buku yang dibedah. Acara ini diadakan bekerja sama dengan  IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) dari pukul 09:00 sampai pukul 12:00. Bagi 75 pengunjung pertama dibagikan ACOT-W, snack dan minuman gratis. Asik kan?!
Acara ini menghadirkan dua pembicara yaitu Mbak Herlina P Dewi selaku Pemimpin Stiletto Book dan Muhidin M. Dahlan ( Gus Muh ), Peresensi dan Penulis Buku Jalan Sunyi Seorang Penulis. Diskusi ACOT-W dimoderatori oleh  Fairuzul Mumtaz.
Mbak Herlina menjelaskan ACOT-W adalah 20 kisah para penulis / wanna be penulis. Terdiri dari 14 naskah kontributor, 2 naskah penyusun dan 4 naskah penulis tamu. Penulis tamu yang sudah terkenal yaitu Ika Natassa, Reda Gaudiamo, Ollie dan Dian Kristiani. Penyusun buku ini yaitu Herlina P Dewi dan Triani Retno A. 

“Semoga bisa melecut untuk rajin menulis lagi,” katanya. “Awal Juni 2012 audisi ACOT, pengirimnya 200 naskah dan dipilih hanya 14 saja. Selain bisa menulis dengan bagus, penulis juga harus punya attitude yang baik, dari situ terlihat kedewasaannya.”
Muhidin M. Dahlan mengutip kata Carmel Bird : Jika Anda ingin aman dan terbebas dari gangguan, jangan pernah menulis, karena menulis sangat berat.” 
“Orang biasa bisa jadi sakti kalau dapat jodohnya, begitu pula naskah. Cerita orang biasa bisa jadi unik dan menarik di tangan seorang penulis,” tambahnya.
Acara diskusi bedah buku berlangsung seru, selanjutnya tentu minta tanda tangan donk! Pulang dengan hati riang karena dapat buku bertandatangan, snack dan minuman gratis eh juga dapet pecutan supaya menulis lebih giat!

Teh Hijau Kepala Djenggot

          Dulu aku adalah penggemar soda yang berwarna biruuu. Aku juga suka minum apa saja, kayak teh, kopi, jus, pokoknya minuman yang man...