Saturday, April 13, 2013

Spaghetti Instant - La Pasta atau La Fonte? Enak semua....



          Aku udah lama pengen bikin Spaghetti eh kelupaan melulu beli bahannya. Nggak sengaja lihat di tivi ada iklan La Pasta, Spaghetti instant Quick Easy - Cook in 4 minutes! 


          Wuihh langsung pengen dah, biasaaa.. aku mudah jadi korban iklan. Wahaha. Aku nyari ke Carrefour eh belum ada. Adanya La Fonte yang porsi gede. Padahal penasaran yang La Pasta itu. 

          Akhirnya dapet di Mirota Kampus, harganya Rp. 2.355. Beratnya 59 gram. Dikit sih. Namanya juga murah meriahh. Ada dua pilihan rasa : Cheese Bolognese dan Spicy Barbeque. Aku beli yang Cheese Bolognese karena aku suka keju. Tertulis masaknya cukup 4 menit, tapi ternyata belum mateng. Kayaknya salah juga masaknya nih. Setelah 10 menit aku tiriskan dan campur bumbu sayur dan kejunya. Rasanya kok.... ya enak, tapi kurang apa gitu? Gurih? 

La Pasta Rp. 2.300 - 3.000


La Pasta Matang

         Setelah lihat iklannya lagi, ternyata sewaktu merebus Spaghettinya airnya diberi sedikit minyak. Haduehh.... belii lagiii, nyoba bikin lagii. Eh di Carrefour udah ada tapi harganya Rp. 2.800. Kalau di supermarket lain ada yang Rp. 3.000. Jadi kayaknya standar harganya 2 ribuan - 3 ribu deh.



         Oh iya ternyata La Fonte juga ada yang instant dimasak 4 menit gitu. Tapi lebih banyak, beratnya 117 gram jadi harganya Rp. 5.000 per dus kecil. Aku beli yang Spaghetti with chicken Sauce. Tinggal pilih mana yang disuka? La Pasta atau La Fonte? :)

La Fonte 117 gram Rp. 5.000




Monday, April 1, 2013


"Nulis Novel Yuk!"
Workshop Penulisan Novel bersama Ang Tek Khun

Twitter :
JOGJA "Nulis Novel Yuk" w/ @angtekkhun, 28/03, 3 pm, Grapari Telkomsel lt 4, Jl JenSud No.60

Kamis tanggal 28 Maret 2013 kemarin aku dan Mbak Tria menghadiri workshop penulisan novel. Aku kadang suka lupa buka twitter, jadi nggak tau kalau dimention Mbak Tria Ayu K soal workshop "Penulisan Novel" gratis Pak Ang Tek Khun dari Penerbit Gradien. Eh terus dikontak di Ym, langsung ngibrit ke twitter buat lihat infonya deh.Daftarnya mudah, tinggal mention Penerbit Gradien. Hihihi... Makasih ya :)

Mbak Tria Ayu K ini adalah penulis Mereka Bilang Saya Monyong, serial Trio Ucul, Aletta dan Kerajaan Sayur-Mayur dan masih banyak lagi. Setelah saling mention di twitter dan sms-an, aku menuju ketempat Mbak Tria nongkrong yang nggak begitu jauh dari rumah. Terus kesana berdua naik taksi deh, eh kita kegasikkan. Acaranya jam 3 sore eh jam setengah 3 kita udah nyampe kesana. Rajin amir yak? Wahaha

Ternyata lokasi workshop ada di lantai 4 Grapari Telkomsel di Jalan Jendral Sudirman, saudara-saudari. Naik ke lantai teratasnya bikin ngos-ngos-an. Langsung turun berapa kilo nih beratnya? Ngarep.com

Tepat jam 3, Pak Ang Tek Khun sudah hadir di dalam ruangan. Tapi peserta yang dateng baru tiga orang. Dia bertanya, "Segini aja nih?" Eh jam 3 lebih seperempat langsung deh ruangan itu penuh. Sofa-sofa empuk bagian depan penuh dan belakang juga. Yah sekitar 30-an orang kayaknya.

Semua peserta langsung diminta memperkenalkan diri dan sudah pernah menulis apa aja. Ada yang jawab skripsi, novel, cerpen. Aku sih jawab standar : "Cerpen teenlit." Eh Mbak Tria malah jawab, "Menulis status facebook." Spontan semua langsung tertawa.

Setelah itu semua peserta diminta menuliskan pertanyaan tentang penulisan novel. Aku bertanya "cara mengikuti draft novel supaya tidak melenceng tidak karuan."

Pertama Pak Khun menjelaskan tentang novel. Novel adalah karya yang panjang tapi bukan cerpen yang dipanjang-panjangkan. Bukan pula tumpukan cerpen. Cerpen menyangkut struktur tertentu. Cerpen itu 1 jepretan ( snap shot ).

Orang-orang dengan nafas pendek susah membuat novel. Ide bisa berasal dari pengamatan, curhatan teman, televisi atau film. Ide tersebut harus dikurung lalu ditentukan cocoknya dijadikan cerpen atau novel.

Ide yang dikurung tersebut --> ditrack supaya memiliki premis ( inti sari cerita / moral, misal : kebaikan selalu menang ). Jangan menulis tanpa mengurung ide supaya tidak melenceng kemana-mana dan nggak kena writer block.Writer Block itu seperti orang salah jalan. Bagai naik kereta masuk terowongan gelap dan tak tahu ujungnya.

Menulis harus menentukan dulu premis, plot dan sinopsis. Harus dirancang atau istilahnya blue print.Kemudian tentunya first chapter ( Bab awal ), bikin aja lurus dulu babnya. Rahasianya seperti di dalam film. Bergerak seperti kamera. Tentukan dulu kameranya dimana, lurus saja pada 1 kamera ( sudut pandang ).

Cerita romance itu kebanyakan magig 3 ( cinta segitiga). Entah satu cowok dua cewek atau satu cewek dua cowok. Nyaris semua novel Indonesia yang laku simpel. Tapi bikinlah karakter yang manusiawi dan bangun karakter yang kuat. Namun sebaik-baiknya orang ada sisi jahatnya dan sejahat-jahatnya ada sisi baiknya. Biasakan membuat karakter dengan detail kayak form. Ada nama, tanggal lahir, hobi, sifat dan lain-lain.

Meskipun cerita fiksi tapi harus masuk akal. Ending bisa sedih, bahagia atau bahkan ngambang. First Chapter ( bab awal ) itu penting. Andai anda meminta anak SMP/SMA membaca bab awal lalu dia bertanya, "terus lanjutannya gimana?" Maka berarti cerita tersebut menarik. Maka tulislah yang simpel dan yang anda ketahui. Karena gaya sekarang, pembaca suka yang slow supaya bisa melihat banyak hal ( seperti naik becak atau andong ).

Pak Khun juga menyatakan belum tentu novel best seller adalah novel pertama yang dibuat penulisnya. Bisa jadi tulisan kedua atau ketiga atau kelima. Kadang setelah novelnya terkenal, dia lalu berpikir untuk mengirimkan tulisan dia yang awal-awal, akhirnya malah mengalami penurunan kualitas dari novel yang sudah best seller dan mendapat kritikan pembaca. Harus berani membuang atau menyimpan saja novel-novel awal yang pernah ditulis.

Kembali ke first chapter, paling tidak 3 halaman awal harus menarik.Asosiasi Penulis Amerika 100 memilih kalimat pembuka terbaik sepanjang masa. Untuk mengetahui bagaimana pembukaan sebuah cerita yang baik, sering-seringlah menonton pembukaan film. Misal cerita romanse tidak dimulai dengan kejutan tapi ketenangan.

Tambahan lainnya dari Pak Khun, lebih baik penulis membuat karakter sekitar 3-4 tahun lebih muda dari usia penulis.

Ada dua hak bagi penulis :
1. Hak cipta : tidak pernah pergi, bahkan bisa diwariskan
2. Hak terbit : dibatasi 5 tahun

Tak terasa acara jam 3 itu selesai jam 6 sore. Tiga jam! Dan aku terheran karena selama 3 jam itu Pak Ang Tek Khun tidak berhenti sekedar untuk duduk atau minum. Hebat yak? Aku aja minum berkali2 dan duduk manis. Hihihi. Sayang lupa mau memotret nih. Disana juga kenalan sama penulis dan penerjemah top, Mbak Nita Candra. Senang makin banyak teman yang sama-sama suka menulis :)

Acara workshop penulisan selalu mengobarkan semangat untuk menulis. Semoga semangatnya nggak cepet padam ya? Kalo ada workshop lagi... ikuuut.... apalagi kalo gratisan? Why not? :)
















Naik Kereta dari Jogja ke Solo

         Akhir-akhir ini aku aku ke Solo dan alat transportasi yang paling mudah ya kereta. Dari Jogja ke Solo naik Kereta Prameks, murah...