Friday, August 22, 2014

A Walk To Remember (2002)


Kisah cinta si pria bandel dan si gadis alim


           Diadaptasi dari novel laris Nicholas Sparks tahun 1999.  Landon Carter (Shane West) sebenarnya seorang pria yang baik tapi dia berteman dengan suatu kelompok terkenal di SMA-nya yang suka menjahili teman-teman satu sekolah. Suatu hari mereka mengusili Clay dan menyebabkan pria itu terluka.
           Teman-teman Landon berhasil kabur, dan dia ditangkap polisi. Landon dibebaskan tapi dihukum oleh pihak sekolah. Dia harus membersihkan sekolah, berpartisipasi dalam drama musikal musim semi dan mengajar Matematika adik kelasnya.
         Landon yang tidak bisa berakting dipilih menjadi pameran utama di drama musikal bersama Jamie Sullivan ( Mandy Moore ). Jamie adalah gadis kutu buku, menyukai perbintangan, religius karena selalu membawa Alkitab di tas sekolahnya dan dia putri Pendeta Sullivan. Landon meminta Jamie membantunya berlatih drama.
    

Landon mengenal Jamie sejak TK dan mengenal gadis itu sebagai gadis yang suka menyendiri, memakai sweater yang sama bertahun-tahun, suka memandangi kakinya saat berjalan dan setiap akhir pekan mengajar anak-anak tentang bintang.
“Jangan jatuh cinta padaku,” kata Jamie. Landon hanya tertawa karena merasa itu tidak mungkin terjadi.
Landon bermain bagus dalam drama. Jamie terlihat cantik dengan gaun biru dan rambut terurai ikal. Dia juga menyanyikan lagu “Hope” dengan suara merdu. Di ending drama Landon mencium lembut bibir Jamie.




Saat ada teman-temannya, Landon seolah mengabaikan Jamie. Namun saat teman-teman Landon membuat lelucon jahat tentang Jamie, Landon langsung membela bahkan memukul seorang temannya. Dia mulai menyadari menyukai Jamie karena gadis itu berbeda dari gadis lainnya. Dia memberikan Jamie sweater baru berwarna pink pastel. Ayahnya memperingatkan Jamie tentang Landon, tapi Jamie bilang, “Tuhan ingin aku bahagia.”
Landon mengajak Jamie berkencan tapi gadis itu menolak dengan alasan dia tidak boleh berkencan. Landon dengan berani menemui Pendeta Sullivan untuk meminta ijin. Dan dia berhasil, Pendeta yang sangat protektif pada putri tunggalnya itu mengijinkan.
Jamie punya daftar keinginan yang panjang, Landon membantu mengabulkan beberapa keinginannya. Salah satunya menempelkan tato mainan di pundak Jamie. Landon juga menemani Jamie melihat bintang dengan teropong buatan di kuburan. Landon bertanya apa keinginan pertama Jamie. Jamie menjawab dia ingin menikah di Gereja di tempat orangtuanya menikah.
Landon berubah menjadi pria yang baik dan punya keinginan menjadi dokter. Suatu malam Jamie mengatakan kalau dia sakit leukimia. Landon tidak percaya, menganggap itu hanya gurauan dan mengatakan Jamie 18 tahun dan sempurna. Jamie menyakinkan Landon kalau itu benar. Landon sangat sedih tapi tidak mau meninggalkan Jamie.
Landon mulai mengabulkan daftar keinginan-keinginan Jamie. Dia bahkan belajar dansa pada ibunya supaya bisa berdansa dengan Jamie tanpa menginjak kaki Jamie. Dia juga membuatkan Jamie teropong bintang yang besar supaya Jamie bisa melihat komet. Dia juga mengabulkan keinginan pertama Jamie yaitu menikah di Gereja dan diberkati ayahnya sendiri, Pendeta Sullivan.
 



“Cinta selalu sabar dan baik. Cinta tidak pernah cemburu. Cinta tidak pernah sombong dan angkuh. Cinta tidak kasar atau egois. Tak pernah tersinggung atau benci. Cinta tidak bersenang-senang di atas dosa orang lain tapi senang dalam kebenaran. Cinta selalu siap memaafkan, percaya, berharap dan menahan apapun yang terjadi.”





Jamie dan aku menghabiskan musim panas bersama dengan penuh cinta lebih dari yang orang-orang ketahui. Dan dia pergi dengan keyakinan yang tak henti-hentinya. Tak lama setelah menikah, Jamie meninggal.
Empat tahun kemudian, Jamie menemui Pendeta Sullivan, mertuanya dan menyerahkan buku diary milik ibu Jamie yang pernah Jamie berikan padanya. Landon berkata, “Aku minta maaf Jamie tidak pernah mendapatkan mujizatnya…” (mujizat kesembuhan maksudnya). Landon ingat pernah membaca di buku tahunan sekolah, impian Jamie adalah menjadi saksi keajaiban / mujizat. 

Pendeta Sullivan berkata, “Dia mendapatkan mujizat. Itu adalah dirimu, Landon…”
 



Hueee… di bagian ini aku menangis tak karuan. Hiks. Sedih. Nilainya 8 dari 10 deh. Landon menyadari Jamie memang menyelamatkan hidupnya. Mengajarinya tentang banyak hal tentang hidup, harapan dan perjalanan panjang ke depan.
“Aku akan selalu merindukannya tapi cinta kami seperti angin. Aku tak bisa melihatnya tapi bisa merasakannya.”